Astaghfirullah! Mendadak Ponselku Berdering! Selamat Jalan Istriku, Cerita Riil yang Mengoyak Hati


Mendadak HP ku berdering, sesudah menjawab salam nada diseberang telepon terlihat cemas “Ayah.. bunda mimisan nich. ” Hmm.. kumaklumi kepanikan istriku waktu itu karna belum juga sempat dia alami mimisan begini. 

Astaghfirullah! Mendadak Ponselku Berdering
Selamat Jalan Istriku, Cerita Riil yang Mengoyak Hati 

Memanglah cuaca di bulan Agustus siang itu demikian teriknya. Saya fikir ini karena cuaca yang terik itu. Lalu saya anjurkan dia untuk selekasnya ke dokter. Sekian hari lalu istriku sakit pilek. Seperti umumnya bila sakit ia cuma minum obat warung serta tidak sering sekali ingin kontrol ke dokter. “ oalah bunda…. ke dokter ajah kok takut, ” ledekku, ku sorong pipi kenyalnya dengan ujung jari, ia merajuk bibirnya maju 2 centi, lucu memandangnya sesuai sama itu. 
Dua minggu berselang namun pileknya belum hilang. Jadi tuturnya ada yang merasa menyumbat di saluran hidungnya, rasa-rasanya tidak nyaman serta sulit bernafas. “Bun… besok kita ke Tempat tinggal Sakit ya! agar bapak ijin masuk siang, ” rayuku supaya ia ingin ke Rumah sakit. 

Esok harinya aku ajak ia ke RS. Bhakti Yudha Depok. Waktu itu dokter THT katakan istriku alergi pada debu dan bulu-bulu binatang. Namun hingga obatnya habis pileknya belum juga ada juga sinyal tanda kesembuhan. 
Anehnya yang seringkali keluar lendir cuma hidung samping kiri saja. Bahkan juga istriku mulai sulit bernafas lewat hidung, ia cuma dapat bernafas lewat mulut. Serta saat aku membawanya check untuk ke-2 kalinya dokter merekomendasikan untuk rontgen. Tetapi dari hasil rontgen tidak tampak ada kelainan apa pun di hidung istriku.
Saya mengajaknya kontrol ke RS Proklamasi Jakarta, karna menurut info disini perlengkapanya lebih lengkap. Nyatanya benar, dengan alat penyedot dokter keluarkan lendir dari dalam hidung istriku. Suka rasa-rasanya lihat ia bisa bernafas dengan lega. “Alhamdulillah….. ” 
Sekian hari lalu sumbatan itu kembali keluar. “Duh.. bunda! ” Kontrol ke-2 ke RS. Proklamasi masih tetap saja dokter belum juga dapat mengemukakan penyakit apa yang dihadapi istriku ini. 

Dokter memasukkan kapas basah ke hidung istriku (nyatanya itu yaitu bius lokal), sebagian waktu lalu satu gunting kecil dimasukkan dalam hidung serta.. “krek” potongan daging kecil di ambil. Terakhir baru saya tau aksi berikut yang diberi nama biopsi. Tidak ada yang di sampaikan pada kami. Dokter merekomendasikan dikerjakan CT Scan. Lalu kami menuju ke RSCM untuk CT Scan. 

Esok harinya hasil CT Scan saya bawa kembali pada Dokter RS Proklamasi. Sesudah lihat hasil Scan, Dokterpun mengemukakan akhirnya dan hasil biopsi dari laboratorium. 
“ini ibu positif, ” kata dokter sembari tunjukkan photo CT Scan. Terlihat ada satu massa di antara belakang hidung serta tenggorokan istriku. Cukup besar seukuran kepalan tangan. Saya masih tetap belum juga tahu maksud kalimat nya serta memanglah sekalipun tidak ada fikiran yang aneh saya cobalah ajukan pertanyaan, “maksudnya apa dok? ” 
“ibu positif kanker! ” Baca Selanjutnya 

http://sumsel.tribunnews.com
close
close